Jumbo Film Animasi Karya Anak Bangsa

31 Maret 2025

Jumbo Film

Jumbo adalah film petualangan dengan genre fantasi animasi Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy dalam debut penyutradaraannya. Film produksi Visinema Studios bersama Springboard dan Anami Films ini dibintangi oleh Prince Poetiray, Quinn Salman; Bunga Citra Lestari, dan Ariel Noah. Jumbo tayang perdana di bioskop pada tanggal 31 Maret 2025

Dalam tujuh hari penayangannya film Jumbo sukses besar secara box office dan meraih 1 juta penonton, hingga menjadikannya sebagai film Indonesia terlaris pada tahun 2025, sekaligus film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa.Kemudian, pada hari ke-sebelas perilisannya Jumbo sukses meraih lebih dari 2 juta penonton.Lalu, pada hari ke-15 penayangannya Jumbo sukses meraih lebih dari 4 juta penonton.Jumbo menjadi film animasi produksi Asia Tenggara dengan pendapatan tertinggi, lebih dari $8 juta, mengalahkan film tahun 2022, Mechamato Movie produksi Malaysia. Kemudian, pada hari ke-19 penayangannya, Jumbo berhasil melampaui jumlah penonton Frozen 2, sebagai film animasi terlaris di Indonesia sepanjang masa.Jumbo menjadi film Indonesia terlaris ke-2 sepanjang masa setelah meraih lebih dari 9 juta penonton di hari ke-41 penayangannya. Film yang disutradarai dan ditulis Ryan Adriandhy ini tidak hanya tayang di Indonesia saja, tapi juga akan tayang di 17 negara diantaranya Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Rusia, Ukraina, negara-negara Baltik, serta negara-negara di Asia Tengah mulai Juni 2025.Keberhasilan film Jumbo tidak lepas dari rumah produksinya, Visinema Pictures yang kerap mendapat pujian berkat karya-karyanya.

Sebelumnya telah ada beberapa film yang mengangkat cerita konseling film animasi jumbo pada 15 Maret 2024 via VHQ. Namun film ini akan hadir dengan plot yang lebih segar dengan visual effect terbaik karya anak bangsa di FX & VFX CGI.

Film ini telah memicu perdebatan di kalangan orang tua dan kritikus film, terutama terkait dengan adegan yang dianggap kurang sesuai untuk anak-anak. Salah satu aspek yang menuai kritik adalah adanya adegan komunikasi dengan hantu melalui radio, yang menurut sebagian orang tua dapat membingungkan anak-anak dan mendorong mereka untuk mempercayai hal-hal yang tidak realistis. Beberapa orang tua merasa bahwa film ini tidak sepenuhnya cocok untuk anak-anak di bawah usia enam tahun karena elemen fantasi yang dianggap terlalu ekstrem.